INSPIRASI

Ketika Ibuku Mulai Menua

Aku tau, di dunia ini tidak ada yang selamanya menetap, tidak ada yang selamanya bertatap, bahkan tidak semua yang dirasakan akan terucap. Seperti aku yang sekarang tinggal jauh dari ibuku. Setiap detik yang aku rasakan bersama ibu menjadi sangat berarti, setiap jarak yang aku rasakan tanpa ibu menjadi amat kubenci. Ibu, iya ibu. Malaikat tanpa sayap yang selalu menyediakan pundaknya untukku.

Wanita paruh baya yang sudah sangat sibuk menyadari bahwa dirinya sudah menua. Malaikat tanpa sayap yang akan menua dengan cantik di mata ayah dan anak-anaknya. Wanita paruh baya yang masih giat mencari uang untuk keluarga, menyeka keringat saat letih mendera, dan menahan air mata untuk menguatkan putrinya yang lemah. Seharusnya ibu marah ketika aku belum menuntaskan tugas-tugasku, seharusnya ibu marah ketika ayah tak memprioritaskan keluarga, seharusnya ibu marah ketika kakak dan adik bahkan pergi tanpa seizin ibu. Tapi, apa yang ibu lakukan sangatlah lembut di mataku. Ibu adalah wanita paling sabar yang pernah aku tau.

Selengkapnya klik di sini…

Bagikan Ke:
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Subscribe to via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 544 other subscribers

Copyright © 2018 MahaKarya Magz. Karya Anak Bangsa

To Top