BERITA

Bencana Kalijompo, Bupati Jelaskan Langkah Antisipatif, Rekomendasi Pusat Dan Penanganan Kejadian

Selasa dini hari, 03 Maret 2020, Gubernur didampingi Bupati Jember, dr. Faida, MMR., dan Dandim 0824 Jember, La Ode M Nurdin, meninjau lokasi bencana yang terjadi Senin, 02 Maret 2020, sekira pukul 04.00 WIB.

Bupati Faida menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Jember sebelumnya telah melakukan langkah-langkah antisipasi amblesnya jalan dan runtuhnya ruko, seperti pengosongan ruko.

Rekomendasi pusat yang keluar akhir tahun 2019 agar Pemkab Jember merobohkan pertokoan juga telah ditindaklanjuti dengan menganggarkan pada tahun 2020.

“Kali ini dilakukan percepatan evakuasi bencana,” ungkapnya. Pengangkatan reruntuhan bangunan dari sungai menggunakan sejumlah alat berat.

Sementara untuk perobohan bangunan ruko yang masih berdiri, yaitu ruko nomor 11 hingga 31, diupayakan kea rah jalan.

“Jika dirobohkan ke sungai akan menimpa rumah-rumah penduduk di sekitarnya, juga akan menghambat sungai,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Pertokoan Jompo yang diresmikan pada tahun 1976 berdiri di atas Sungai Jompo. Sebagian bangunan ini roboh pada Senin, 02 Maret 2020, sekira pukul 04.00.

“Untuk merobohkan ruko harus menutup jalan nasional. Kemungkinan sampai dua minggu dan diharapkan dapat dipercepat,” harapnya.

Percepatan dilakukan dengan menambah alat berat dan pemasangan lampu sorot agar bisa bekerja 24 jam dengan tiga shift.

Selain menangani bencana ambrol di Jalan Sultan Agung itu, Pemkab Jember saat ini juga sedang menangani bencana di beberapa lokasi di Kabupaten Jember. Terutama bencana banjir.

“Sudah disurvei. Sembilan titik yang memerlukan penanganan cepat dan perlu bronjong,” jelasnya. Pemkab Jember telah meminta bantuan Pemprov Jawa Timur sebanyak 2.500 bronjong dan pemerintah pusat sebanyak 300 bronjong.

“Karena 1800 bronjong yang ada di Jember sudah terpasang semua,” ungkap bupati.

Salah satu daerah yang mengalami bencana banjir yaitu di Kecamatan Sumberbaru. Korban terdampak banjir sebanyak 1.170 kepala keluarga dengann lebih 3.500 jiwa.

Penanganan bencana banjir ini berkolaborasi dengan Pemprov Jatim, utamanya terkait dengan logistik bagi korban terdampak. (*)

 

Bagikan Ke:
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Subscribe to via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 544 other subscribers

Copyright © 2018 MahaKarya Magz. Karya Anak Bangsa

To Top